Utang Rp600 Ribu, Remaja 14 Tahun Dijual ke Kakek Hidung Belang di Banyumas

Kemiskinan mempunyai efek yang tidak simpel. Ini tergambar pada masalah perdagangan manusia alias human trafikking di Kabupaten Banyumas yang tersingkap Kamis (1/10/2020).

impitan ekonomi menyeret dua gadis di bawah usia asal Banyumas ke jaringan perdagangan manusia yang tragisnya digerakkan sama-sama golongan wanita.

Korban perdagangan manusia pertama berinisial L (14). L mempunyai hutang sebesar Rp600 ribu ke terduga II yang berinisial IDR (19).

Hutang itu berawal kertika L pinjam sepeda motor punya IDR. Saat IDR meminta hutang itu, L tidak bisa bayar. L selanjutnya minta pekerjaan ke IDR untuk melunasi hutang itu.

IDR selanjutnya mengontak MAS (21) yang disebut terduga I. IDR minta pekerjaan ke MAS untuk L.

Bukanlah memberikan pekerjaan, MAS malah tawarkan L ke RSJ, kakek 70 tahun yang disebut terduga III. Korban perdagangan manusia di bawah usia itu diharap layani RSJ dalam suatu hotel di Purwokerto Selatan pada tengah Agustus 2020.

Awalannya, orang-tua L tidak paham anaknya jadi korban perdagangan manusia. Tetapi saat mereka bawa L ke rumah sakit, dokter mendapatkan tonjolan di alat kelamin L.

KT, ayah korban, selanjutnya bertanya apakah yang berlangsung. Korban selanjutnya bercerita yang dia alami, lakukan jalinan tubuh dengan kakek 70 tahun untuk melunasi hutang.

KT selanjutnya memberikan laporan peristiwa ini ke Polresta Banyumas. Sesudah kumpulkan info saksi, Unit PPA Polresta Banyumas tangkap IDR (terduga II) di tempat tinggalnya.

Hasil dari interograsi, IDR bercerita keterkaitan terduga I (MAS). Unit PPA selanjutnya mengincar terduga I. Hasil dari investigasi, terduga I akui jual korban ke terduga III (RSJ).

Polisi selanjutnya mencari kehadiran RSJ. Sesudah mendapatkan info kehadiran RSJ, polisi bergerak cepat.

“Kami tangkap terduga III dalam suatu kamar hotel di Purwokerto Selatan,” kata Kapolresta Banyumas Kombes Pol Whisnu Caraka lewat Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Berry.

Dari info beberapa terduga, rupanya ada korban lain kecuali L. Korban ke-2 berinisial M (13), pelajar kelas 7 SMP.

Keterkaitan M berawal saat dia tiba ke IDR untuk minta pekerjaan. IDR kembali lagi mengontak MAS untuk menemukan pekerjaan.

MAS kembali lagi memberi M ke RSJ untuk layani jalinan tubuh dalam suatu hotel. Dari transaksi perdagangan manusia ini, MAS memperoleh uang sejumlah Rp500 ribu dari RSJ.

“Saat M sedang layani RSJ, MAS menanti di luar kamar hotel. Serta sesudah layani RSJ, korban mendapatkan bayaran sebesar Rp1 juta,” katanya.

Dari pengunkapan masalah ini, polisi mengambil alih tanda bukti berbentuk satu unit sepeda motor Yamaha Mio Z, satu unit sepeda motor Honda Beat berikut STNK serta anak kunci, satu lembar buku tamu Hotel, satu potong pakaian mini dress warna abu-abu, satu potong celana pendek warna putih, satu potong celana dalam warna pink dan satu potong BH warna biru.

Polisi menangkap beberapa aktor dengan klausal 2 ayat (1) UU No. 21 tahun 2007 mengenai Pembasmian Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo klausal 56 KUHP serta klausal 81 atau 82 UU No. 35 tahun 2014 Jo UU No. 17 tahun 2016 Penentuan Ketentuan Pemerintah Alternatif UU No. satu tahun 2016 Mengenai Perkembangan Ke-2 Atas UU No. 23 tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak dengan intimidasi pidana penjara optimal lima belas tahun.

Kakek Bejat Cabuli Cucu Kandungnya Semasa 2 Tahun di Kebumen

error: Content is protected !!