Mundur dari KPK, Febri Diansyah: Kondisi Politik dan Hukum Sudah Berubah

Kepala Unit Jalinan Warga Komisi Pembasmian Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan memundurkan diri dari instansi antirasuah. Febri sudah memberikan surat pemunduran dianya semenjak 18 September 2020.

Dalam suratnya, bekas Juru Bicara KPK itu menerangkan faktanya mundur dari instansi antirasuah. Febri menyebutkan, pemunduran dianya dilandasi situasi politik serta hukum di KPK yang mulai beralih.

“Tetapi situasi politik serta hukum sudah beralih buat KPK. Sesudah jalani keadaan baru itu semasa seputar sebelas bulan, saya putuskan jalan ini, pilih untuk ajukan pemunduran diri dari lembaga yang paling saya sayangi, KPK,” jelas Febri dalam suratnya, Kamis (24/9/2020).

Berikut isi surat pemunduran diri Febri Diansyah:

Jakarta, 18 September 2020

Yth:PimpinanSekretaris JenderalKepala Unit SDM

Dengan hormat,

Saya, FEBRI DIANSYAH, Kepala Unit Humas KPK, NPP: 000956 ajukan pemunduran diri untuk Kepala Unit Humas sekaligus juga untuk Pegawai Komisi Pembasmian Korupsi Republik Indonesia (KPKRI).

Pilihan jadi Pegawai KPK semenjak awal pergi dari kesadaran mengenai keutamaan usaha pembasmian korupsi dilaksanakan lebih serius. Buat Saya, semasa jadi Pegawai KPK tidak cuma masalah posisi atau tempat kedudukan tetapi lebih dari itu, ini ialah sisi dari usaha yang penting untuk berperan dalam pembasmian korupsi. KPK ialah contoh sekaligus juga keinginan buat banyak faksi. Agar bisa kerja secara baik, independensi adalah kebenaran.

Tetapi situasi politik serta hukum sudah beralih buat KPK. Sesudah jalani keadaan baru itu semasa seputar sebelas bulan, saya putuskan jalan ini, pilih untuk ajukan pemunduran diri dari lembaga yang paling saya sayangi, KPK. Togel Hari ini

Lewat surat ini saya ingin berikan terima kasih pada Pimpinan KPK, atasan langsung saya, Sekjen KPK serta mitra lain di KPK dengan semua proses evaluasi, ketidaksamaan opini serta kerja bersama-sama yang sempat dilaksanakan awalnya. Mudah-mudahan insan KPK terus setia pada nilai serta berusaha bersama-sama untuk capai harapan bersihkan Indonesia dari korupsi. Kalaulah ada ketidaksamaan opini atau ketersinggungan, Saya minta maaf. Semuanya belum pernah saya letakkan untuk masalah Pribadi, tetapi semata-mata sebab jalinan pekerjaan yang pro.

Demikian surat pemunduran diri ini Saya kemukakan dengan sadar serta serius. Minta sangkanya proses penghentian Saya bisa diolah tertanggal 18 Oktober 2020. Proses selanjutnya berkaitan penerapan serta transfer pekerjaan dan faktor administrasi lain akan Saya tuntaskan sesuai dengan waktu waktu itu.

Walau nantinya saya keluar dari KPK, tetapi Saya tidak pernah tinggalkan KPK dalam pengertian yang sebenar-benarnya.

Terima kasih atas perkenan Bapak-bapak.

Hormat Saya,

Ttd

Febri Diansyah

Untuk info, Febri Diansyah masuk ke KPK sesudah jadi aktivis di Indonesia Corruption Watch (ICW).

Ia dipilih jadi jubir pada 2016 serta usai waktu mendekati akhir 2019, sesaat sesudah Firli Bahuri jadi Ketua KPK.

Saat itu, Febri yang merangkap untuk Juru Bicara serta Kabiro Humas KPK diharap pilih kedudukan yang ingin diemban di instansi antirasuah ke depan.

Jubir Komisi Pembasmian Korupsi (KPK) Febri Diansyah melepas kedudukannya hari Kamis (26/12). Di gedung KPK dia pamit di muka mass media.

error: Content is protected !!