Kumulatif Positivity Rate Kasus Covid-19 di DKI Sedikit Melandai

Kenaikan masalah positif covid-19 di dki tidak kurang dari 1.000 masalah yang disampaikan tiap hari. Walau begitu. Kepala dinas kesehatan dki jakarta widyastuti menjelaskan trend masalah di jakarta sedikit alami pelandaian.

“saya belum sampaikan mengenai pengurangan. Jika data kami telah nampak sedikit agak miring.” kata widya dalam dialog di bnpb. Kamis (24/9/2020).

Tanda-tanda ada gerakan agak miring menurut widya ialah persentase kumulatif positivity rate. Sekaligus juga jumlah kesembuhan di jakarta. Walau dia tidak menolak masalah aktif di ibu kota terus makin bertambah sehari-harinya.

Sekarang ini. Tambah widya. Persentase positivity rate dki sebesar 12 % tiap minggunya.

Disamping itu disinggung tentang korelasi implikasi limitasi sosial bertaraf besar (psbb) dengan trend pelandaian masalah. Widya tidak menjelaskan dengan cara tegas. Tetapi dia mengharap kebijaksanaan psbb yang diresmikan di jakarta jadi instrumen pengaturan covid-19 dengan cara optimal.

Karena menurut dia. Psbb dapat kurangi mobilitas warga.

“masalah aktif di jakarta bertambah. Tetapi dengan cara kumulatif positivity ratenya sedikit melandai. Kita mengharap dengan kepatuhan seluruh prosedur kesehatan psbb kita harap agak miring terus. Turun.” katanya.

Pemerintah propinsi dki jakarta menarik tuas rem genting dengan kembali lagi mengaplikasikan psbb yang diawali pada 14 september sampai 27 september. Situasi ini bisa diperpanjang sampai 11 oktober. Bergantung situasi penyebaran covid-19.

Ini tercantum pada ketetapan gubernur nomor 959 tahun 2020 mengenai penerapan psbb. Dalam diktum pertama. Disebut jika psbb berjalan semenjak 14-24 september.

Selanjutnya. Pada diktum ke-2. Anies putuskan untuk memperpanjang waktu akhir psbb jadi 11 oktober.

“dalam soal berlangsung kenaikan masalah baru covid-19 dengan cara relevan berdasar hasil pengawasan serta penilaian gugus pekerjaan pemercepatan perlakuan covid-19 tingkat propinsi. Penerapan limitasi sosial bertaraf besar seperti disebut dalam diktum kesatu bisa diundur sampai 14 hari s/d tanggal 11 oktober.” bunyi diktum ke-2 yang diambil pada senin (14/9).

Anies menjelaskan. Diedarkan kepgub nomor 959. Karena itu kepgub awalnya dengan nomor 879 mengenai psbb peralihan dibatalkan.

“di saat ketetapan gubernur ini mulai berlaku. Ketetapan gubernur nomor 879 tahun 2020 mengenai ekstensi psbb pada saat peralihan ditarik serta dipastikan tidak berlaku.”

 

 

error: Content is protected !!